My Family

My Family
Palembang, Mei 2013

Selasa, 16 November 2010

Deteksi Dini Ganguan Pendengaran

Mengapa Harus Skrinning

Skrining pendengaran terhadap kemungkinan gangguan pendengaran/ ketulian pada bayi baru lahir, dengan menggunakan prinsip pemeriksaan elektrofisiologik. Pemeriksaan harus bersifat obyektif, praktis, cepat otomatis dan non invasif.

Dengan menemukan secara dini gangguan pendengaran pada bayi / anak kesempatan untuk memperoleh perkembangan linguistik dan komunikasi dapat lebih optimal. Menurut penelitian Yoshinaga – Itano (USA, 1998), bila gangguan pendengaran / ketulian sudah diketahui sebelum usia 3 bulan, selanjutnya diberikan habilitasi pendengaran mulai usia 6 bulan, maka pada saat anak berusia 3 tahun perkembangan wicara dan bahasanya dapat mendekati anak yang pendengarannya normal. Selanjutnya konsep dari Yoshinaga - Itano dijadikan acuan oleh American Joint Committee on Infant Hearing (2000) sebagai prinsip skrining pendengaran pada bayi baru lahir.

Tujuan

Skrining pendengaran bertujuan menemukan kasus gangguan pendengaran / ketulian sedini mungkin sehingga dapat dilakukan habilitasi/ rehabilitasi segera, agar dampak cacat dengar bisa dibatasi
Skrining pendengaran pada bayi baru lahir (Newborn Hearing Screening) dibedakan menjadi :

- Universal Newborn Hearing Screening(UNHS) : pada semua bayi baru lahir, sebelum bayi meninggalkan rumah sakit.

- Targeted Newborn Hearing Screening: khusus pada bayi yang mempunyai faktor risiko terhadap ketulian.

Link Download

Oleh: Ns. Lukman, S.Kep.,MM

Pendahuluan

Tinnitus disebabkan oleh kelainan yang letaknya proksimal terhadap foramen ovale. Tinnitus merupakan gejala medis yang agak berat untuk dievaluasi. Tinnitus dapat timbul pada usia berapapun, tapi gejala ini lebih sering timbul pada pasien usia 40 dan 80 tahun. Biasanya pada pria lebih sering terjadi dibanding dengan wanita. Untuk kasus-kasus tertentu, tinnitus kadang-kadang menyerang ibu hamil atau wanita menstruasi. Tapi, gangguan ini akan segera hilang saat kembali pada kondisi normal Kepekaan terhadap suara bising pada setiap orang berbeda-beda, tetapi hampir setiap orang akan mengalami ketulian jika telinganya mengalami bising dalam waktu cukup lama. Setiap bunyi dengan kekuatan diatas 85 dB bisa menyebabkan kerusakan. Di Indonesia, nilai ambang batas yang diperbolehkan dalam bidang industri telah ditetapkan sebesar 85 dB untuk jangka waktu maksimal delapan jam. Bising adalah bunyi yang tidak diinginkan, mengganggu, mempunyai sumber dan menjalar melalui media perantara

Pengertian

Suatu gangguan pendengaran dengan keluhan perasaan mendengar bunyi tanpa rangsangan bunyi dari luar. Keluhannya bisa berupa bunyi mendenging, menderu, mendesis, atau berbagai macam bunyi lainnya. Bunyi abnormal yang didengar penderita yang berasal dari dalam kepala,biasanya disebut juga telinga berdengung.

Reading Continue & DOWNLOAD

Senin, 15 November 2010

Asuhan Keperawatan Otitis Media Akut

Pengertian

Otitis media adalah peradangan sebagian atau seluruh mukosa telinga tengah, tuba eustachius, antrum mastoid dan sel-sel mastoid. Gangguan telinga yang paling sering adalah infeksi eksterna dan media. Sering terjadi pada anak-anak dan juga pada orang dewasa (Soepardi, 1998). Otitis media serosa / efusi adalah keadaan terdapatnya cairan di dalam telinga tengah tanpa adanya tanda dan gejala infeksi aktif. Secara teori, cairan ini sebagai akibat tekanan negative dalam telinga tengah yang disebabkan oleh obstruksi tuba eustachii. Otitis media kronik sendiri adalah kondisi yang berhubungan dengan patologi jaringan irreversible dan biasanya disebabkan oleh episode berulang otitis media akut yang tak tertangani. Sering berhubungan dengan perforasi menetap membrane timpani.

Etiologi

Penyebab utama otitis media akut adalah masuknya bakteri patogenik ke dalam telinga tengah yang normalnya adalah steril. Paling sering terjadi bila terdapat disfungsi tuba eustachii seperti obstruksi yang disebabkan oleh infeksi saluran pernafasan atas, inflamasi jaringan disekitarnya (seperti : sinusitis, hipertrofi adenoid) atau reaksi alergik (seperti, rhinitis alergika). Bakteri yang umum ditemukan sebagai organisme penyebab adalah Streptococcus peneumoniae, Hemophylus influenzae, Streptococcus pyogenes, dan Moraxella catarrhalis.

Patofisiologi

Pada gangguan ini biasanya terjadi disfungsi tuba eustachii seperti obstruksi yang diakibatkan oleh infeksi saluran nafas atas, sehingga timbul tekanan negative di telinga tengah. Sebaliknya, terdapat gangguan drainase cairan telinga tengah dan kemungkinan refluks sekresi esophagus ke daerah ini yang secara normal bersifat steril. Cara masuk bakteri pada kebanyakan pasien kemungkinan melalui tuba eustachii akibat kontaminasi secret dalam nasofaring. Bakteri juga dapat masuk telinga tengah bila ada perforasi membrantymphani. Eksudat purulen biasanya ada dalam telinga tengah dan mengakibatkan kehilangan pendengaran konduktif.

[Selengkapnya: Download]

Asuhan Keperawatan Otitis Eksterna

Pengertian

Otitis eksterna adalah Radang telinga akut maupun kronik yang disebab bakteri seringkali timbul bersama penyebab yang lain, seperti jamur, alergi, atau virus (Mansjoer, 2000). Otitis eksterna adalah suatu infeksi pada saluran telinga luar. Infeksi ini bisa menyerang seluruh saluran (otitis eksterna generalisata) atau hanya pada daerah tertentu sebagai bisul (furunkel). Otitis eksterna seringkali disebut sebagai telinga perenang (Swimmer’s ear). ( R. Pray dkk, 1989 ). Otitis eksterna adalah salah satu jenis dari infeksi telinga yang mengenai saluran telinga. Karena saluran telinga gelap dan hangat maka dapat dengan mudah terkena infeksi bakteri atau jamur. Berdasarkan tiga pendapat di atas dapat disimpulkan, Otitis Eksterna adalah radang telinga luar, akut maupun kronik yang disebabkan oleh bakteri bersam-sama dengan penyebab lain, seperti jamur, alergi, atau virus dan sering disebut sebagai telinga perenang (Swimmer’s Ear).

Etiologi

Penyebab umum dari otitis eksterna adalah infeksi bakteri meskipun jamur adalah penyebab yang penting dari 10% kasus; dapat pula dihasilkan dari non ineksi dermatologi. Bacterial Otitis Externa; menyukai semua kulit, saluran telinga luar mempunyai flora normal. Ketika terjadi ggn, flora pathogen berkembang didominasi oleh Pseudomonas aeruginosa dan Stapilococcus aureus. Jamur Otitis Externa;jamur dikenal kira-kira 10% dari kasus otitis externa. Pathogen yang tersebar dan umum adalah Aspergillus dan Candida.

Patofisiologi

Saluran telinga bisa membersihkan dirinya sendiri dengan cara membuang sel-sel kulit yang mati dari gendang telinga melalui saluran telinga. Membersihkan saluran telinga dengan cotton bud (kapas pembersih) bisa mengganggu mekanisme pembersihan ini dan bisa mendorong sel-sel kulit yang mati kearah gendang telinga sehingga kotoran menumpuk disana.

Link: Reading & Download

Asuhan Keperawatan Meniere

Batasan

Penyakit meniere adalah suatu kelainan labirin yang etiologinya belum diketahui, dan mempunyai tiga gejala yang khas, yaitu gangguan pendengaran, tinnitus, dan serangan vertigo. Terutama terjadi pada wanita dewasa. (Mansjoer, 2005). Sementara Hadjar (2000), mengatakan penyakit meniere adalah suatu gangguan pengaturan cairan endolimfe yang secara khas ditandai oleh adanya dilatasi ruangan endolimpatik dari labirintus membranosa. Dan pendapat lain mengatakan, penyakit Meniere adalah suatu penyakit yang ditandai oleh serangan berulang vertigo (perasaan berputar), tuli dan tinnitus (telinga berdenging).

Etiologi

Penyebab penyakit meniere belum diketahui, penambahan volume endolimpa diperkirakan oleh adanya gangguan biokimia cairan endolimpa dan gangguan klinik pada membran labirin. Kemungkinan juga disebabkan oleh pemasukkan cairan dan garam yang berlebihan, bekerja terlalu berat dan pengaruh emosi. (Hadjar, 2000)

Manifestasi dari penyakit meniere antara lain; vertigo, tinitus dan tuli saraf, mual, muntah, setiap kali berusaha untuk berdiri, kepala merasa berputar-putar, pada setiap serangan biasanya disertai dengan gangguan pendengaran dan dalam keadaan tidak ada serangan pendengaran dirasakan baik sekali, dan erasaan penuh di dalam telinga. (Arsyad, 1990)

===>> Reading Continue and Download <<===

Anatomi Fisiologi Sistem THT dan Wicara

Salah satu aspek kesadaran manusia adalah kemampuan menceritaan kejadian. Percakapan merupakan hasil yang penting dari otak dan merupakan komponen yang esensial bagi kesadaran manusia. Input informasi melalui mata, telinga, indera perabaan (orang buta). Output informasi mll percakapan dan tuli (Despopoulus, 1985).

Suara adalah bentuk energi yang bergerak melewati udara, air, atau benda lainnya, dalam sebuah gelombang. Walaupun telinga yang mendeteksi suara, fungsi pengenalan dan interpretasi dilakukan di otak dan sistem saraf pusat. Rangsangan suara disampaikan ke otak melalui saraf yang menyambungkan telinga dan otak (nervus vestibulokoklearis).

Afasia merupakan gg fungsi bahasa yang disebabkan cedera atau penyakit pusat otak: membaca, menulis, bercakap-cakap, mendengar,berhitung,menyimpulkan dan pemahaman terhadap sikap tubuh. Di USA 1-1.5 juta mengalami kecacatan kronik afasia. Penyebab utama afasia adalah stroke, cedera kepala, dan tumor otak (Smeltzer, 2002)

Reading Continue and DOWNLOAD


Kamis, 14 Oktober 2010

Komunkasi Sel

“Dia menciptakan segala sesuatu” (QS Al-Anam, 6:101) dan “mengatur urusan dari langit ke bumi”. (QS As-Sajdah, 32: 5)

“Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dengan benar. Dan benarlah perkataanNya di waktu Ia mengatakan “Jadilah, lalu terjadilah,” dan di tanganNyalah segala kekuasaan di waktu sangkakala ditiup. Dia mengetahui yang gaib dan yang nampak. Dan Dialah yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui” (QS Al-Anam, 6: 73)

Makalah ini akan membahas tentang komunikasi sel. Dengan perkembangan organisme multiseluler, kelompok sel yang berbeda memiliki fungsi yang berbeda dan menjadi penting bagi sel untuk mengkomunikasikan banyak aspek hidupnya. Namun sebelum membahas tentang komunikasi sel, terlebih dahulu akan diuraikan tentang hubungan antar sel, hubungan antara sel dan matriks ekstraseluler. Makalah ini juga akan dilengkapi dengan komunikasi dalam sel hormon sebagai contoh dari komunikasi sel.

HUBUNGAN ANTAR SEL

Cell junctions

Cell junctions merupakan situs hubungan yang menghubungkan banyak sel dalam jaringan dengan sel lainnya dan dengan matriks ekstraseluler. Cell junctions merupakan suatu struktur dalam jaringan organisme multiseluler. Cell junctions dapat diklasifikasikan ke dalam 3 grup fungsional yaitu occluding junctions (menempelkan sel bersama-sama dalam epitel dengan cara mencegah molekul-molekul kecil dari kebocoran satu sisi sel ke sel lainnya), anchoring junctions (melekatkan sel-sel (dan sitoskeleton) ke sel tetangga atau ke matriks ekstraseluler), dan communicating junctions (memerantarai jalan lintasan sinyal-sinyal kimiawi atau elektrik dari satu sel yang sedang berinteraksi ke sel lainnya).

Selengkapnya DOWNLOAD [PDF]