My Family

My Family
Palembang, Mei 2013

Minggu, 18 Juli 2010

Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Ansietas pada Klien Preoperasi di Rs Dr. Mohammad Hoesin Palembang Tahun 2010: Quasi Eksprimen

Ns. Lukman*, S.Kep.,MM, Ns. Sumitro Adi Putra*, S.Kep,  dan Nurna Ningsih**, S.Kp.,M.Kes

*   Politeknik Kesehatan Palembang

** Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

 

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan (penkes) terhadap ansietas pada Klien pre operasi di RS dr. Mohammad Hoesin Palembang Tahun 2009. Disain penelitian adalah quasi eksperimen, dengan besar sampel 32 orang diambil dengan cara consecutive sampling. Uji statistik yang digunakan adalah uji t, dengan tingkat kepercayaan 95% (a= 0,05). Rata usia responden adalah 44,59 tahun (SD 10,156), dengan usia terbanyak 45 tahun 4 orang. Jenis kelamin terbanyak adalah laki-laki, 18 orang (56,3%), dengan responden bekerja sebanyak 22 orang (68,8%)dan  pendidikan tinggi sebanyak 23 orang (71,9%) Sebanyak 28 orang (87,5%). Tingkat kecemasan pasien preoperasi cemas ringan, sedang, berat, dan panik berturut-turut adalah 8 orang (25,0%), 19 orang (59,4%), 4 orang (12,5%) dan 1 orang (3,1%). Sementara setelah dilakukan penkes terjadi penurunan kecemasan menjadi tidak cemas 3 orang (9,38%), cemas ringan 16 orang (50%), cemas sedang 12 orang (37,5%), dan cemas berat 1 orang (3,1%). diperoleh rata-rata delta kecemasan adalah 2,94 (SD 3,121) dengan nilai p= 0,000, artinya hipotesis Ho gagal diterima. Sehingga terdapat pengaruh yang signifikan tindakan pendidikan kesehatan terhadap penurunan kecemasan pada pasien preoperasi. Bagi perawat, sebaiknya tindakan pendidikan kesehatan (penkes) tentang preoperasi terus ditingkatkan, melalui pelatihan dan seminar. Perlu penelitian lanjutan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi 

Kata Kunci: Kecemasan, preoperasi, penyuluhan kesehatan

DOWNLOAD Full text PDF

Sabtu, 17 Juli 2010

Pengaruh Lingkungan Sosial dan Kepribadian terhadap Penyalahgunaan Napza pada Anak Remaja Kasus Narkoba di LP Kelas II A Palembang Tahun 2008.

Oleh: Lukman, Lisdarwati (Alm), dan Azwaldi*

* Politeknik Kesehatan Palembang

Abstrak

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh lingkungan sosial dan kepribadian terhadap penyalahgunaan NAPZA pada anak remaja kasus narkoba di LP Kelas II A Palembang tahun 2010. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif dan  kausal-komparatif (ex-post facto). Jumlah sampel penelitian 51 orang remaja (14 – 24 tahun. Uji statistik yang digunakan adalah uji regresi berganda, uji F dan uji T dengan bantuan  program  komputerisasi. Hasil penelitian diperoleh, usia responden (remaja laki-laki) paling banyak adalah 20 tahun 45,1%, 28 orang (54,9%) responden tidak bekerja, pendidikan responden terbanyak SD dan SMP sebesar 41,2% dan 31,4%, serta beragama islam 96,1%. Penyalahgunaan narkoba dilakukan oleh 23 orang (45,1%) sedangkan ketergantungan terhadap narkoba terjadi pada 28 remaja laki-laki (54,9%). Lingkungan yang mendukung terjadinya penggunaan narkoba oleh remaja sebesar 27 (52,9%), dan keperibadian remaja yang kurang baik sebanyak 28 remaja (54,9%). Hubungan antara lingkungan sosial dan keperibadian terhadap penggunaan narkoba secara bersama-sama positif, sedang dan memiliki hubungan searah (R2=0,499). Terdapat pengaruh kepribadian terhadap penyalahgunaan NAPZA pada anak remaja kasus narkoba (p= 0,001), dan terdapat pengaruh lingkungan sosial dan kepribadian secara simultan (p=0,001) terhadap penyalahgunaan NAPZA di LP Kelas II A Palembang tahun 2010. Namun tidak terdapat pengaruh lingkungan sosial terhadap penyalahgunaan NAPZA (p= 0,0674) pada anak remaja kasus narkoba di LP Kelas II A Palembang tahun 2010.

Usia remaja harus menjadi perhatian bagi semua warga, karena remaja banyak memyimpan potensi baik untuk kebaikan bahkan hal-hal yang tidak diharapkan. Perlu penelitian lanjutan untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang mempengaruhi  penggunaan narkoba pada remaja.Download PDF [Full text]

Kata Kunci: Anak-anak, Sosialisasi, Narkoba, karakter

Jumat, 16 Juli 2010

KEPATUHAN PERAWAT DALAM MENERAPKAN ASUHAN KEPERAWATAN DI RUANG RAWAT INAP RS DR. SOBIRIN KABUPATEN MUSI RAWAS SUMATERA SELATAN TAHUN 2007

Jhon Feri, Lukman

Dimuat pada: Jurnal Kedoteran dan Kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya, Tahun 40 No.3  Juli 2008

ABSTRACT

Compliance is an obedient human being to order, comand, discipline and procedure. Compliance can influence by internal factor and eksternal, like age, education, knowledge, year of service, and motivation. Less obedient of nurse in applying treatment upbringing will cause the lowering of itself upbringing quality. This study done in RS dr. Sobirin Sub-Province of Musi Rawas in the year 2007, entangling 44 people nurse of room take care of lodged. The purpose study is to identify relation between nurse, responsibility, and facility work with compliance of nurse in treatment upbringing documentation. Desain Research the used is quantitative with approach of way and crosssectional intake of sampel with sampling random simple. Bivariate analysis use nonparametrik test, Chi Square. The result of the study showed that there are relation between nurse with compliance of nurse in applying documentation of nursing care (p= 0.011), there are relation between nurse responsibility with compliance of nurse in applying documentation of nursing care (p= 0.032), and there are relation between facility work with compliance of nurse in applying documentation of nursing care (p= 0.014) in RS dr. Sobirin Sub-Province of Musi Rawas year 2007. The study concluded that, there are relation between nurse responsibility, relation between nurse, and facility work with compliance of nurse in treatment upbringing documentation. Compliance of nurse in applying treatment upbringing require to be improved, for example with formulation of special policy (like standard operating procedure) concerning documentation of nursing care, including sanction and appreciation for nurse which not yet treatment upbringing. Require to be strived by the make-up of ability (skill and knowledge) treatment upbringing application better and correctness, passing workshop applying of nursing care entangling entire/all nurse. Expected, management can guarantee the executing of good treatment upbringing documentation, passing ready/enough facility and according to requirement.

 

Keyword : nurse performance, nursing documentation, nursing methodelogy.

 

 

ABSTRAK

Kepatuhan adalah suatu prilaku manusia yang taat terhadap aturan, perintah, prosedur dan disiplin. Kepatuhan dapat dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal, seperti usia, pendidikan, pengetahuan, masa kerja, dan motivasi. Kurang patuhnya perawat dalam menerapkan asuhan keperawatan akan berakibat rendahnya mutu asuhan itu sendiri. Penelitian ini dilakukan di RS dr. Sobirin Kabupaten Musi Rawas pada tahun 2007, yang melibatkan 44 orang perawat ruang rawat inap. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi hubungan antar perawat, tanggung jawab, dan fasilitas kerja dengan kepatuhan perawat  dalam pendokumentasian asuhan keperawatan. Desain Penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan crosssectional dan cara pengambilan sampel dengan simple random sampling. Analisis bivariat menggunakan uji nonparametrik Chi Square. Hasil penelitian membuktikan terdapat hubungan yang signifikan antara hubungan antar perawat dengan kepatuhan perawat dalam menerapkan pendokumentasian askep (p= 0.011), terdapat hubungan yang signifikan antara tanggung jawab perawat dengan kepatuhan perawat dalam menerapkan pendokumentasian askep (p= 0.032), dan terdapat hubungan yang signifikan antara fasilitas kerja dengan kepatuhan perawat dalam menerapkan pendokumentasian askep (p= 0.014) di RS dr. Sobirin Kabupaten Musi Rawas tahun 2007. Hasil di atas menyimpulkan bahwa terdapat hubungan antara tanggung jawab perawat, hubungan antar perawat, dan fasilitas kerja dengan kepatuhan perawat dalam pendokumentasian asuhan keperawatan. Kepatuhan perawat dalam menerapkan asuhan keperawatan perlu ditingkatkan, misalnya dengan perumusan kebijakan khusus (seperti protap) tentang pendokumentasian askep, termasuk penghargaan dan sanksi bagi perawat yang belum mengaplikasikan asuhan keperawatan. Perlu diupayakan peningkatan kemampuan (pengetahuan dan keterampilan) mengaplikasikan asuhan keperawatan dengan baik dan benar, melalui workshop penerapan askep yang melibatkan seluruh perawat. Diharapkan manajemen dapat menjamin terlaksananya pendokumentasian asuhan keperawatan yang baik, melalui penyediaan fasilitas yang cukup dan sesuai kebutuhan.

 

Kata Kunci    :  Kinerja perawat, dokumentasi keperawatan, metodelogi keperawatan.

 

Pendahuluan

Insiden kecelakaan merupakan salah satu dari lima masalah kesehatan utama di negara-negara maju, modern dan industri. Kelima masalah kesehatan utama tersebut adalah kecelakaan, penyakit kardiovaskuler, kanker, penyakit degeneratif dan gangguan gangguan jiwa (Depkes RI, 2007).                                                                                      

Badan kesehatan dunia  (WHO) mencatat tahun 2005 terdapat lebih dari 7 juta  orang  meninggal dikarenakan insiden kecelakaan  dan sekitar 2 juta orang mengalami kecacatan fisik. Salah satu  insiden kecelakaan yang memiliki prevalensi cukup tinggi yakni insiden fraktur ekstremitas bawah yakni sekitar 46,2% dari insiden kecelekaan yang terjadi. Fraktur merupakan suatu keadaan dimana terjadi diistegritas tulang, penyebab terbanyak adalah insiden kecelakaan, tetapi faktor lain seperti proses degeneratif juga dapat berpengaruh terhadap kejadian fraktur (Depkes RI, 2007).


Berdasarkan data dari Departemen Kesehatan RI tahun 2007 didapatkan sekitar delapan juta orang mengalami kejadian fraktur dengan jenis fraktur yang berbeda dan penyebab yang berbeda, dari hasil survey tim depkes  RI didapatkan 25% penderita fraktur yang mengalami kematian, 45 mengalami cacat fisik, 15% mengalami stress psikologis karena cemas dan bahkan  depresi, dan 10% mengalami kesembuhan dengan baik. Respon cemas (ansietas) adalah reaksi normal terhadap ancaman stress dan bahaya. Ansietas merpakan reaksi emosional terhadap persepsi adanya bahaya, baik yang  nyata maupun yang dibayangkan. respon cemas merupakan reaksi umum yang terjadi  terhadap perubahan status kesehatan yang dirasakan sebagai ancaman: ancaman umum terhadap kehidupan, kesehatan dan keutuhan tubuh, pemajanan dan rasa malu, ketidaknyaman akibat nyeri dan keterbatasan gerak.

Di Sumatera Selatan berdasarkan data dinas  Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan tahun 2007 didapatkan sekitar 2700 orang mengalami insiden fraktur, 56% penderita mengalami kecacatan fisik, 24% mengalami kematian, 15% mengalami kesembuhan dan 5% mengalami gangguan psikologis atau depresi terhadap adanya kejadian fraktur (Dinkes Pemrov Sumsel, 2008). Sementara itu pada tahun  yang sama   di Rumah Sakit Umum Kota Prabumulih tercatat terdapat 676 kasus fraktur dengan distribusi 86,2% fraktur jenis terbuka dan 13,8% fraktur jenis tertutup. Berdasarkan catatan rekam medik RSUD Kota Prabumulih diketahui 68,14% jenis fraktur yang terjadi adalah  fraktur ektremitas bawah (Medikal Record RSUD Kota Prabumulih, 2008). Selengkapnya [doc]




HUBUNGAN FUNGSI KELUARGA DENGAN KEKAMBUHAN PADA PENDERITA GANGGUAN JIWA SCHIZOFRENIA DI RUMAH SAKIT JIWA DAERAH PALEMBANG

Oleh: Lukman, Sri Tirtayanti, dan Nur Alam Fajar

 

Dimuat pada: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan (JKK) Th. 39 No.1 Januari 2007; hal 1569-1573. 


ABSTRACT

This study conducted to know family function relation with relapsing at patient of schizofrenia. Where becoming and population of sampel is family monomaniac of taken care of schizofrenia at Mental Hospital of Palembang. Method the used is method of survey analytic with Cross sectional desain, with sampling random technic. Processing datas which weared by using software of computer and analysed by univariat and bivariate. Result of study, by using analysis of univariat can know that family giving support at patient recovering process only 25 people (29,4%) pursuant to psychological function. By using bivariate analysis at obtained by psychological function value p=0,014 ( p<0,05). While at education function (knowledge) value p=1,000 ( p>0,05) and at function of biologis obtained by value p= 0,623 ( p>0,05). So that can be concluded , there is relation between psychological function with relapsing of schizofrenia, there no relation between education function (knowledge) and  biologis function with relapsing of schizofrenia at Mental Hospital of  Palembang. Require to be strived health education and family entangling to health in compilation of planning discharge, for the agenda of optimal [of] role and also family in treatment at home and prevent relapsing.

 

Keywords : Family, prevention, recurrence, schizofrenia


Selengkapnya 

Minggu, 11 Juli 2010

Daftar Nilai Akhir Askep THT dan Wicara D3 Kep Stikes Muhammadiyah Palembang 2010

NO

NAMA

NIM

Abs

Mutu

Lamb

1

Adam

02.08.933

75

3

B

2

Apri

02.08.934

68

3

B

3

Afri

02.08.935

74

3

B

4

Asse

02.08.937

76

3

B

5

Berl

02.08.938

73

3

B

6

Cici

02.08.939

70

3

B

7

Dedi

02.08.940

71

3

B

8

EkaS

02.08.942

75

3

B

9

Elke

02.08.943

69

3

B

10

Elsy

02.08.944

66

2

C

11

Elvi

02.08.945

71

3

B

12

Eriy

02.08.946

69

3

B

13

Febr

02.08.947

68

3

B

14

Fiki

02.08.948

69

3

B

15

Fitr

02.08.949

72

3

B

16

Hida

02.08.950

70

3

B

17

Hair

02.08.951

0

0

E

18

Iras

02.08.952

68

3

B

19

Iren

02.08.953

74

3

B

20

Irma

02.08.954

70

3

B

21

Itai

02.08.955

71

3

B

22

Jess

02.08.957

0

0

E

23

Liah

02.08.958

71

3

B

24

Lian

02.08.959

71

3

B

25

Lutf

02.08.960

71

3

B

26

Mekk

02.08.961

72

3

B

27

Meid

02.08.962

0

0

E

28

Meli

02.08.963

71

3

B

29

Meri

02.08.964

73

3

B

30

Nova

02.08.965

72

3

B

31

Novi

02.08.966

70

3

B

32

Okta

02.08.967

70

3

B

33

Okbr

02.08.968

0

0

E

34

Pomp

02.08.969

71

3

B

35

Riri

02.08.970

73

3

B

36

Risk

02.08.971

70

3

B

37

Resw

02.08.972

67

2

C

38

Rith

02.08.973

73

3

B

39

Riza

02.08.974

72

3

B

40

Roby

02.08.975

76

3

B

41

Sole

02.08.976

0

0

E

42

Susi

02.08.977

68

3

B

43

Sutr

02.08.978

71

3

B

44

Tuti

02.08.979

78

3

B

45

Wida

02.08.980

73

3

B

46

Yesi

02.08.981

72

3

B

47

Yudh

02.08.982

73

3

B

48

Liaa

02.09.002

77

3

B

 

 

 

Text Box: Palembang,    Juli  2010 Penguji,  Lukman,S.Kep,Ns,MM

 

 

 

 

 

 

 

 

NO

NAMA

NIM

Abs

Mutu

Lamb

1

Ayue

02.08.983

74

3

B

2

Ayuk

02.08.984

68

3

B

3

Bamb

02.08.985

65

2

C

4

Dian

02.08.986

0

0

E

5

Dwio

02.08.987

69

3

B

6

Ekaa

02.08.988

70

3

B

7

Ekan

02.08.989

69

3

B

8

Eris

02.08.990

70

3

B

9

Erni

02.08.991

71

3

B

10

Erwi

02.08.992

70

3

B

11

Erwi

02.08.993

66

2

C

12

Evaw

02.08.994

72

3

B

13

Febn

02.08.995

71

3

B

14

Febr

02.08.996

68

3

B

15

Hart

02.08.997

74

3

B

16

Hend

02.08.998

71

3

B

17

Inda

02.08.999

0

0

E

18

Ira

02.08.1000

69

3

B

19

Juli

02.08.1001

72

3

B

20

Juli

02.08.1002

0

0

E

21

Juna

02.08.1003

80

4

A

22

Khaz

02.08.1005

65

2

C

23

Kiki

02.08.1006

70

3

B

24

Lesi

02.08.1008

67

2

C

25

Mift

02.08.1009

70

3

B

26

Misr

02.08.1010

68

3

B

27

Muti

02.08.1011

75

3

B

28

Nava

02.08.1012

71

3

B

29

Nina

02.08.1013

73

3

B

30

Pras

02.08.1014

71

3

B

31

Prim

02.08.1015

73

3

B

32

Rahm

02.08.1016

72

3

B

33

Rind

02.08.1017

72

3

B

34

Rioz

02.08.1018

73

3

B

35

Riri

02.08.1019

69

3

B

36

Rona

02.08.1020

68

3

B

37

Rudi

02.08.1021

69

3

B

38

Sept

02.08.1022

70

3

B

39

Seri

02.08.1023

72

3

B

40

Serl

02.08.1024

79

4

A

41

Siti

02.08.1025

71

3

B

42

Widi

02.08.1026

79

4

A

43

Wind

02.08.1027

0

0

E

44

Yanu

02.08.1028

0

0

E

45

Yeni

02.08.1029

70

3

B

46

Yeni

02.08.1030

71

3

B

47

Yuli

02.08.1031

73

3

B

48

Yusn

02.08.1032

77

3

B

49

Daru

02.09.001

69

3

B


Komponen Penilaian: Tugas 10%, UTS 10%, UAS 30%, Praktikum 50%