Afasia adalah kehilangan kemampuan u/ mengekspresikan diri sendiri atau memahami bahasa (Smeltzer. 2002). Masalah yg komplek,beberpa tidak dapat bicara, kesulitan mengingat nama dan kata, mungkin juga tidak mampu mengerti bahasa lisan, menulis,membaca, dan mengenal angka. Penyebab utama adalah stroke, cedera kepala, dan tumor otak, 20% afasia akibat stroke. Lebih dari satu jt di
Satu hal yang pasti dalam KEHIDUPAN adalah KEMATIAN.Diyakini 100% setelah KEMATIAN ada KEHIDUPAN yang ABADI. Agar kehidupan AKHIRAT BAIK, mari jadikan diri kita bermakna bagi UMMAT. Semoga BLOG ini bermanfaat bagi KEPERAWATAN INDONESIA. Insaallah AMIN
Jumat, 31 Desember 2010
Asuhan Keperawatan Afasia
Rabu, 29 Desember 2010
Askep Endokrin [NILAI AKHIR]
Rabu, 17 November 2010
Perkembangan Pengetahuan Keperawatan dan Trend Issue

Merujuk kepada Chinn & Kramer (2003), sebelum munculnya keperawatan modern
Sementara itu, salah satu tren pengetahuan kepeawatan adalah penggunaan teori dari disiplin ilmu lain (utilization of theories borrowed from other disciplines). Contohnya, penggunaan Terapi musik sebagai Complementary Alternative Medicine (
Selasa, 16 November 2010
Asuhan Keperawatan Tuli
Pendahuluan
Tuli atau kurang pendengaran adalah berkurangnya ketajaman pendengaran orang atau penderita. Ketajaman pendengaran dianggap normal bila orang dapat mendengar dengan baik kata-kata yang dibisikkan dalam jarak 6 meter atau 30 meter dengan suara keras. Bunyi dengan frekuensi 16/18/20-20000 Hz merupakan nada murni yg dapat ditangkap oleh telinga normal.
Orang yang menderita kurang pendengaran sedang dan berat mendapat masalah yang besar dalam pendidikan, sosial dan ekonomi. Kurang pendengaran ringan .Mendapat sedikit masalah yang tidak menyenangkan.
Reading Continue === Download
Standar Pelayanan Kesehatan Indra Pendengaran
Pendahuluan
Gangguan pendengaran ( hearing impairment) atau ketulian (deafness) mempunyai dampak yang merugikan bagi penderita, keluarga, masyarakat maupun Negara. Penderita akan mengalami; kesulitan dalam berkomunikasi dengan lingkungannya, terisolasi, kehilangan kesempatan dalam aktualisasi diri, mengikuti pendidikan formal di sekolah umum, kehilangan kesempatan memperoleh pekerjaan; à yang pada akhirnya berakibat pada rendahnya kualitas hidup yang bersangkutan.
Sampai dengan tahun 1996
Berdasarkan kelompok usia, angka gangguan pendengaran paling besar terdapat pada kelompok usia produktif dewasa (40 - 54 tahun) yaitu 20.8 %. Sedangkan angka ketulian terbanyak pada usia diatas 65 tahun (2.8 %). Data lainnya yang diperoleh dari survai tsb adalah ; Morbiditas - Prevalensi (%) Penyakit Telinga luar = 6.8, Serumen prop = 3.6,
Tuli sejak lahir (kongenital) = 0.1
Prosedur Diagnostik Pendengaran
Pendahuluan
Telinga normal mampu mendengar suara dengan frekuensi 20-20000 Hz. Frekuensi 500-2000 Hz untuk memahami percapakan sehari-hari, disebut kisaran wicara. Nada dg fekuensi 100 Hz: nada rendah, 10000 Hz : nada tinggi. Biasanya dilakukan oleh para audiologi atau tenaga terlatih. Audiometer adalah satu-satunya instrumen paling penting. Unit untuk mengukur intensitas suara (keranya bunyi adalah DESIBEL (dB).
Audiometri nada murni
Stimulus suata terdiri dari nada murni atau musik (semakin keras nada sebelum klien bisa mendengar, berarti semakin besar kehilangan pendengaran / tuli)
Mengeluarkan Benda Asing
Indikasi
Mengeluarkan benda asing dari telinga dengan cara irigasi, suction, menggunakan alat (direct instrument), atau magnet bila gagal dengan tangan
Perhatian dan Kontraindikasi
Anatomi yang sempit dari saluran telingan eksternal memungkinkan adanya benda asing à percobaan mengeluarkan benda tersebut menyebabkan kerusakan telinga. Kanal telinga sangat sensitif à menyebabkan nyeri. Klien yang mengalami gangguan membran timpani à irigasi merupakan indikasi