My Family

My Family
Palembang, Mei 2013

Sabtu, 28 Januari 2012

PENGARUH INTERVENSI ZIKIR ASMAUL HUSNA TERHADAP KECEMASAN KLIEN SINROM KORONER AKUT DI RSUP DR MOHAMMAD HOESIN PALEMBANG

Lukman, S.Kep., Ns., MM., M.Kep
Mohammad Rizki Akbar, dr., M.Kes., Sp.JP
Kusman Ibrahim, S.Kp., MNS., Ph.D

Abstrak

Penyakit jantung merupakan penyebab pertama kematian di dunia, salah satunya adalah Sindrom Koroner Akut (SKA). Salah satu masalah klien SKA yang dirawat di rumah sakit adalah kecemasan. Tingkat kecemasan klien SKA sedang sebanyak 12,3% dan berat sebanyak 21,0%, peningkatan gejala kecemasan sebesar 33,2% dan hanya 40% diantaranya yang mendapat pengobatan. Intervensi terhadap kecemasan yang berfokus pada pemenuhan kebutuhan psikologi dan spiritual masih sangat terbatas. Penelitian yang berbasis agama diperlukan untuk memastikan intervensi yang dilakukan bermanfaat bagi klien, salah satunya adalah intervensi Zikir Asmaul Husna (ZAH).

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intervensi ZAH terhadap kecemasan klien SKA di RSUP dr Mohammad Hoesin Palembang. Desain yang digunakan adalah Quasi Exprimental dengan pendekatan Pretest-Posttest Control Group Design. Jumlah sampel sebanyak 42 responden yang diambil menggunakan number random trial, dibagi menjadi 19 responden dalam kelompok intervensi dan 23 responden dalam kelompok kontrol. Intervensi ZAH disuarakan oleh Haddad Alwi dan Ary Ginanjar Agustian, diberikan menggunakan media headphone selama 20 menit. Pengukuran kecemasan menggunakan State Trait Anxiety Inventory (STAI). Uji beda rerata kecemasan menggunakan Independent t test dan Mann-Whitney.

Hasil penelitian mendapatkan sebagian besar diagnosis responden adalah STEMI; 63,2% pada kelompok intervensi, dan 73,9% pada kelompok kontrol. Sebagian besar jenis kelamin responden adalah laki-laki; 63,2% pada kelompok intervensi, dan 78,3% pada kelompok kontrol. Usia rerata pada kelompok intervensi 54,84 tahun (7,654), dan 52,57 tahun (11,735) pada kelompok kontrol. Rerata kecemasan pada kelompok intervensi ZAH; sebelum intervensi 53,16 (4,925), setelah intervensi 43,00 (5,676), dan rerata perubahan antara sebelum dan setelah 18,83 (7,915). Sedangkan rerata kecemasan pada kelompok kontrol; sebelum intervensi 50,35 (6,739), setelah intervensi 49,35 (6,899), dan rerata perubahan 2,235 (1,825). Terdapat perbedaan yang bermakna rerata kecemasan antara kelompok yang diberikan intervensi ZAH dengan kelompok kontrol (p= 0,002). Dan terdapat perbedaan rerata perubahan kecemasan antara kelompok yang diberikan intervensi ZAH dengan kelompok kontrol (p= 0,001).

Simpulan, intervensi ZAH berpengaruh terhadap kecemasan klien SKA. Implikasi dari hasil penelitian ini, Zikir Asmaul Husna dapat dipertimbangkan dan dipergunakan sebagai terapi komplementer untuk menurunkan kecemasan klien, khususnya klien SKA. Intervensi ZAH juga dapat digunakan sebagai alternatif intervensi (trial) pada penelitian lanjutan untuk mengatasi masalah kesehatan seperti kecemasan dan nyeri.

 

Kata Kunci: Zikir Asmaul Husna, Kecemasan, Sindrom Koroner Akut, Klien, Palembang


Download:

Cover

Abstrak

Latar Belakang

Simpulan dan Saran

Daftar Pustaka

Daftar Riwayat Hidup

Kamis, 19 Januari 2012

Hasil Evaluasi Askep Endokrin STIKM Palembang

Selamat dan sukses atas keberhasilan Saudara mengikuti Ujian Akhir Semester (UAS) Mata Kuliah Keperawatan Medikal Bedah I (Asuhan Keperawatan Endokrin) pada STIK Muhammadiyah Palembang. Bagi yang belum berhasil belajar, berusaha, bersemangat, dan berdoalah untuk keberhasilan Anda dan orang-orang yang kamu cintai. Daftar Nilai lihat dan download disini.
Wass

Hasil Evaluasi PDK PSIK Universitas Sriwijaya

Buat temen-temen mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Sriwijaya yang mengambil mata kuliah Pendidikan Dalam Keperawatan (PDK). Selamat atas keberhasilan Anda menyelesaikan mata kuliah tersebut, bagi yang belum puas dan belum hasil tetap belajar dan semangat. Daftar Nlai DOWNLOAD disini.
Wass

Senin, 02 Januari 2012

TUGAS KELOMPOK D3 KEPERAWATAN PERDHAKI [KELAS KHUSUS]


Buat teman-teman yang sedang Mengikuti pendidikan D3 Keperawatan Kelas Khusus STIK Perdhaki Palembang Tahun Akademik 2011/2012, TUGAS KELOMPOK untuk Mata Kuliah ASUHAN KEPERAWATAN HEMATOLOGI dapat dilihat [DOWNLOAD] disini.

 

Selamat bekerja, semoga hasilnya maksimal

Sabtu, 06 Agustus 2011

Nilai KMB I STIK Perdhaki Palembang

Selamat dan sukses telah mengikuti Evaluasi Mata Kuliah KMB I, download daftar nilai KMB I disini. Bagi yang belum berhasil jarang menyerah, teruslah berusaha sebaik mungkin.

Selasa, 21 Juni 2011

Daftar Nilai Akhir D3 Kep STIKES Muhammadiyah Palembang

Selamat atas keberhasilan Anda mengikuti Ujian Akhir Semester Mata Ajar Asuhan Keperawatan Sistem THT dan Wicara, nilai DOWNLOAD DISINI . Semoga ilmu yang sudah dibagi bermanfaat dan kiranya tetap melakukan pendalaman secara mandiri guna mendukung skill anda diklinik. Bagi yang belum berhasil, harap bersabar dan terus belajar. Semoga sukses

Sabtu, 11 Juni 2011

Profil Hasil Penelitian Demam Berdarah di Indonesia


Oleh: Ns. Lukman, S.Kep.,MM

Hasil penelitian Mandriani (2008) tentang karakteristik penderita DBD yang mengalami DSS di RSU Dr.Pirngadi Medan adalah kecendrungan kunjungan penderita DBD yang mengalami DSS berdasarkan data perbulan tahun 2008 menunjukkan penurunan dengan persamaan garis y=—0,028x + 8,8485. Proporsi penderita tertinggi pada kelompok umur 10-14 tahun, dengan proporsi laki-laki 13,5% dan proporsi perempuan 12,5%, agama Islam 52,9%, pendidikan SD/SLTP 42,3%, pekerjaan Pelajar/Mahasiswa 52,9%, bukan rujukan 61,5%, keluhan Demam 100%, jumlah trombosit pada saat masuk RS 50.000-100.000/mm3 sebesar 45,2%, jumlah trombosit pada saat DBD bermanifestasi menjadi DSS <50.000/mm3 sebesar 51,0%, persentase hematokrit pada saat masuk RS <40% sebesar 63,5%, persentase hematokrit pada saat DBD bermanifestasi menjadi DSS < 40 % sebesar 60,6%, penatalaksanaan medis cairan tunggal (ringer laktat) 89,4%, pulang atas permintaan sendiri 43,9%, lama rawatan rata-rata penderita 5 hari, lama rawatan rata-rata dari DBD menjadi DSS 2 hari. Penderita yang pulang meninggal persentase hematokritnya pada saat masuk RS 240% lebih tinggi secara bermakna dibandingkan dengan penderita yang pulang sembuh. (77,8 vs 32,6). Penderita yang pulang meninggal persentase hematokritnya pada saat DBD bermanifestasi menjadi DSS >40% lebih tinggi secara bermakna dibandingkan dengan penderita yang pulang sembuh.(77,8% vs 35,8%).

Marini (2009) melakukan penelitian tentang perilaku keluarga dan hasil menunjukkan bahwa keluarga mempunyai tingkat pengetahuan sedang (83,3%) dengan sebagian besar berpendidikan SMA (38,9%). Didapatkan sikap yang paling banyak dari responden termasuk kategori sedang (63,3%) dan tindakan responden terbanyak termasuk dalam kategori sedang (83,3%). Sehingga disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan, sikap dan tindakan keluarga sedang

Penelitian yang dilakukan oleh Sitorus (2009) mengunakan desain kualitatif dengan metode fenomenologi pada enam keluarga yang pernah dan belum pernah menderita penyakit demam berdarah pada wilayah kerja Puskesmas Medan Johor Kota Medan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan dan sikap tentang kegiatan pencegahan penyakit demam berdarah pada kegiatan membersihkan rumah dan lingkungan sekitar rumah serta penggunaan anti nyamuk. Jika ada anggota keluarga yang terkena penyakit ini, maka penyemprotan/fogging dianggap merupakan suatu kegiatan yang dapat mematikan nyamuk penyebab penyakit demam berdarah. Pengetahuan dan sikap keluarga masih dipengaruhi oleh berbagai faktor yang dapat menghambat keluarga untuk bertindak sesuai dengan pengetahuan yang dimilikinya.

Sementara itu, hasil penelitian Cahyani (2008) tentang peran perawat dalam pelaksanaan asuhan keperawatan pada pasien DBD anak rata-rata kategori baik. Berdasarkan pengamatan peran perawat dalam pelaksanaan pengkajian seluruhnya baik, perawat dapat memperhatikan respon klien sehingga masalah yang dihadapi oleh pasien teridentifikasi. Diagnosis seluruhnya baik karena perawat telah melakukan pengkajian mendalam pada pasien maka penyusunan diagnosis dapat optimal, rencana tindakan 91,7% dan tindakan keperawatan 75% cukup masih ada hal-hal yang harus diperhatikan dalam melakukan rencana tindakan dan implementasi pelaksanaan asuhan keperawatan, evaluasi dan dokumentasi 91,7% baik perawat telah memperhatikan hasil tindakan yang telah dilakukan, dengan peran perawat yang professional sesuai standar asuhan keperawatan yang baik mampu membawa perubahan pada pasien.

Terkait dengan faktor lingkungan, kesimpulan hasil penelitian Fathi, Keman, dan Wahyuni (2005), bahwa faktor lingkungan berupa keberadaan kontainer air, baik yang berada di dalam maupun di luar rumah menjadi tempat perindukan nyamuk Aedes sebagai vektor penyakit Demam Berdarah Dengue, merupakan faktor yang sangat berperan terhadap penularan ataupun terjadinya Kejadian Luar Biasa penyakit Demam Berdarah Dengue di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. Dan hasil penelitian Suyasa, Putra dan Aryanta (2009), menunjukkan bahwa faktor lingkungan yang berhubungan dengan keberadaan vektor DBD adalah kepadatan penduduk, mobilitas penduduk, keberadaan tempat ibadah, keberadaan pot tanaman hias, keberadaan saluran air hujan dan keberadaan kontainer. Faktor perilaku masyarakat yang berhubungan dengan keberadaan vektor DBD adalah tindakan dan kebiasaan menggantung pakaian.