My Family

My Family
Palembang, Mei 2013

Kamis, 30 September 2010

Media Pengajaran

Pengertian

" Medius " à perantara

Gerlach & elly (1971),   manusia, materi atau kejadian   yang membangun kondisi  membuat  peserta didik  mampu memperoleh  pengetahuan, keterampilan dan sikap.

 Association of Education Consortium  and Technology (1977), adalah segala bentuk  dan saluran yang       digunakan  / menyampaikan pesan / info.

Semua bentuk perantara yg dipakai orang penyebar ide, sehingga ide / gagasan itu sampai kepada penerima (Santoso S. Hamijaya).

AECT menyatakan, media adalah segala bentuk yg dipergunakan untuk proses penyaluran informasi.

NEA (National education Association) berpendapat media adlh segala benda yg dimanupulasikan, dilihat, didengar, dibaca, atau dibicarakan beserta instrumen yg digunakan untuk kegiatan tersebut.

Segala sesuatu yg dpt berfungsi sbg perantara/ sarana/ alat untuk proses komunikasi (proses belajar mengajar).

 

SELENGKAPNYA download [pdf]

Jumat, 24 September 2010

Askep Endokrin: Hiperparatiroidisme

Pendahuluan

Terjadi akibat produksi berlebihan hormon paratiroid, ditandai dengan dekalsifikasi tulang dan pembentukan batu ginjal yg mengandung kalsium (Smeltzer, 2002)

Price & Wilson (1995), kadar kalsium lebih dari 10.5 mg/100 ml, akibat produksi berlebihan hormon paratiroid/parathormon. Produksi PTH berlebihan akibat hiperparatiroidisme primer, hiperparatiroidisme tersier (pada uremia kronik, pascadialisa/transplantasi ginjal, bisa juga akibat adenoma jinak kelenjar paratiroid)


download disini...

Askep Endokrin: Hipertiroidisme

Pendahuluan

Prevalensi  merupakan penyakit endokrin kedua setelah DM. Penyakit grave, tiroiditis merupakan penyebab. Pengeluaran hormon tiroid yang banyak akibat stimulasi abnormal k.tiroid oleh imunoglobulin dalam darah. Perbandingan antara wanita : pria = 5:1, puncaknya usia dekade 3-4

 

Manifestasi Klinis

Gejala khas "Tirotoksikosis" gelisah, mudah terangsang /peka rangsang, iritabel dan terus merasa khawatir, tidak dapat duduk diam, palpitasi, nadi cepat (saat istirahat dan aktivitas)

 


Selengkapnya DOWNLOAD

Askep Endokrin: Hipoparatiroidisme

Merupakan penyebab paling sering; sekresi hormone paratiroid yang kurang adekuat akibat suplai darah terganggu atau setelah pengangkatan kelenjar paratiroid, tiroid. Penyebab lain atrofi k.paratiroid, namun jarang ditemukan (Semltzer, 2002). Pengangkatan kelenjar paratiroid / gangguan suplai darah. Kadar hormon berkurang akibatnya peningkatan resobsi tulang & kadar kalsium serum turun. Kalsium serum menurun terjadi iritabilitas neuromuskuler. Karena hormone .paratiroid berpengaruh dalam clearance fosfat oleh ginjal, maka kadar fosfat serum meningkat


...selengkapnya & Download disinihttp://www.box.net/shared/jb6oyifl59

Askep Endokrin: Hipotiroidisme

Pendahuluan
Merupakan keadaan yg ditandai dengan terjadinya  hifofungsi tiroid yg berjalan lambat & diikuti oleh gejala2 kegagalan tiroid. Keadaan ini terjadi akibat kadar hormon tiroid berada di bawah nilai optimal

 

Tipe

Lebih dr 95 % mengalami hipotiroidisme primer/tiroidal yg mengacu kepada disfungsi kelenjar tiroid itu sendiri ( Braverman & Utiger.1991). Hipotiroidisme sentral disebabkan o/ kegagalan k.Hipofisis, hipotalamus, atau keduanya. Hipotiroidisme sekunder / pituitaria jika sepenuhnya disebabkan o/ kelainan Hipofisis


...selengkapnya & File Download

 

Kamis, 19 Agustus 2010

Pradiabetes Dapat Dideteksi

Para peneliti dari University College London menyatakan perubahan kimia tubuh dapat dideteksi bertahun-tahun sebelum gejala diabetes 2 menyerang. Studi Lancet, label untuk penelitian, menunjukkan jika perubahan kadar glukosa darah dan kensensitifan sensulin dapat dideteksi pada tubuh orang yang tengah menuju diabetes.

Tim periset meneliti 6.538 tenaga buruh sipil sekitar lebih dari sepuluh tahun. Pada kurun waktu itu terdapat 505 kasus diabetes tipe dua dalam grup partisipan.

Peneliti mengamati naik-turun kadar glukosa darah dalam tubuh para partisipan. Selain itu, mereka juga memantau bagaimana sel-beta pankreas bekerja, dan bagaimana kensensitifan sensulin berubah dari tahun ke tahun.

Tim menemukan partisipan yang tidak mengembangkan kondisi menuju diabetes, menunjukkan perubahan 'tetap' dalam tubuh. Kondisi konstan itu terjadi meski dalam kurun sepuluh tahun.

Kamis, 05 Agustus 2010

Critical Care Nurses' Values and Behaviors With End-of-life Care: Perceptions and Challenges

By: Zomorodi, Meg RN, CNL, PhD; Lynn, Mary R. PhD


Abstract

Nurses are in a pivotal position to improve care for dying patients and their families by challenging current end-of-life practices in their settings. However, nurses report a lack of preparation in dealing with end-of-life (EOL) care in the intensive care environment. The aims of the study were to explore nurses' definitions of quality EOL care and to identify the personal, environmental, and relational factors that facilitate or inhibit the nurses' ability to provide EOL care to patients and their families. Nine critical care nurses were interviewed about their values and beliefs related to providing quality EOL care. Interviews were audiotaped, transcribed, and analyzed for themes and patterns. Using Bowen's model of value-behavior congruency, several themes were identified and were examples of personal, environmental, and relational factors that facilitate or hinder critical care nurses' ability to provide quality end of life. Nurses used strategies such as "balancing," "trial and error," "coaching the physicians," and "taking a step back" to improve the quality of EOL care provided. The values and behaviors as well as the personal, environmental, and relational factors identified in this study may be useful in determining factors related to providing quality nursing care at the end of life.