My Family

My Family
Palembang, Mei 2013

Kamis, 03 April 2008

Fisiologi Darah

By: Ns. Lukman, SKep.,M.M

 

DARAH

Suatu jaringan tubuh yang terdapat di dalam pembuluh darah yang warnanya merah. Warna merah itu keadaannya tidak tetap tergantung pada banyaknya O2 dan CO2 di dalamnya. Darah yang banyak mengandung CO2 warnanya merah tua.

Adanya O2 dalam darah diambil dengan jalan bernapas, dan zat ini sangat berguna pada peristiwa pembakaran metabolisme di dalam tubuh.

 

Banyaknya Darah

Pada tubuh yang sehat atau orang dewasa terdapat darah sebanyak kira-kira 1/13 dari berat badan atau kira-kira 4 sampai 5 liter. Keadaan jumlah tersebut pada tiap-tiap orang tidak sama, tergantung kepada umur, pekerjaan, keadaan jumlah jantung atau pembuluh darah.

Tentang viskositas/kekentalan dari pada darah lebih kental dari pada air yaitu : mempunyai BJ 1,041 – 1,067 dengan temperatur 380C dan pH 7,37 – 7,45.

 

Fungsi Darah

Fungsi darah terdiri atas :

  1. Sebagai alat pengangkut yaitu :

a.       mengambil O2/zat pembakaran dari paru-paru untuk diedarkan keseluruh jaringan tubuh.

b.      Mengangkat CO2 dari jaringan untuk dikeluarkan melalui paru-paru.

c.       Mengambil zat-zat makanan dari usus halus untuk diedarkan dan dibagikan keseluruh jaringan/alat tubuh.

d.      Mengangkat/mengeluarkan zat-zat yang tidak berguna bagi tubuh untuk dikeluarkan melalui kulit dan ginjal.

  1. Sebagai pertahanan tubuh terhadap serangan bibit penyakit dan racun yang akan membinasakan tubuh dengan perantaraan leukosit, antibodi/zat-zat anti racun.
  2. Menyebarkan panas ke seluruh tubuh.

 

Bagian-Bagian Darah

  1. Air                   : 91%
  2. Protein             : 3% (albumin, globulin, protombin dan fibrinogen)
  3. Mineral : 0,9% (natrium klorida, natrium bikarbonat, garam fosfat,

                          Magnesium, kalsium dan zat besi)

  1. Bahan organik  : 0,1% (glukosa, lemak, asam urat, kreatinin, kolesterol dan

  asam amino)

      Darah terdiri dari 2 bagian yaitu :

1.      Sel-sel darah, ada 3 macam yaitu :

a.       Eritrosit (sel darah merah)

b.      Leukosit (sel darah putih)

c.       Trombosit (sel pembeku darah)

2.      Plasma darah

Eritrosit (sel darah merah) bentuknya seperti cakram/bikonkaf dan tidak mempunyai inti. Ukurannya kira-kira 7,7 unit (0,007 mm) diameter. Tidak dapat bergerak banyaknya kira-kira 5 juta dalam 1 mm3(41/2 juta). Warnanya kuning kemerah-merahan, karena di dalamnya mengandung suatu zat yang disebut hemoglobin, warna ini akan bertambah merah jika di dalamnya banyak mengandung O2. Fungsinya mengikat dari paru-paru untuk diedarkan ke seluruh jaringan tubuh dan mengikat CO2 dari jaringan tubuh untuk dikeluarkan melalui paru-paru.

Tempat pembuatannya sel darah merah di dalam tubuh dibuat di dalam sumsum tulang merah, limpa dan hati. Yang kemudian akan beredar di dalam tubuh selama 14 – 15 hari, setelah itu akan mati.

Jumlah normal pada orang dewasa kira-kira 11,5 – 15 gram dalam 100 cc darah. Normal Hb wanita 11,5 mg% dan Hb laki-laki 13,0 mg%

Leukosit (sel darah putih), keadaan bentuk dan sifat-sifat dari leukosit berlainan dengan eritrosit dan apabila kita periksa dan kita lihat di bawah mikroskop maka akan terlihat. Bentuknya yang dapat berubah-ubah dan dapat bergerak dengan perantaraan kaki palsu (pseudopodia).

Fungsinya pertama sebagai serdadu tubuh yaitu, membunuh dan memakan bibit penyakit/bakteri yang masuk ke dalam tubuh jaringan RES (sistim retikulo endotel), tempat pembiakannya di dalam limpa dan kelenjar limfe, kedua sebagai pengangkut yaitu, mengangkut/membawa zat lemak dari dinding usus melalui limpa terus ke pembuluh darah.

Jika jumlah leukosit dalam darah melebihi 10.000/mm3 disebut Leukositosis dan kurang dari 6.000/mm3 leukopenis.

Macam-macam leukosit, meliputi :

1.      Arganulosit

Sel leukosit yang tidak mempunyai granula di dalamnya, yang terdiri dari :

a.       Limfosit, macam leukosit yang dihasilkan dari jaringan RES dan kelenjar limfe, bentuknya ada yang besar dan ada yang kecil, di dalam sitoplasmanya tidak terdapat granula dan intinya besar, banyaknya       20% - 25% dan fungsinya membunuh dan memakan bakteri yang masuk ke dalam jaringan tubuh.

b.      Monosit, terbanyak dibuat di sumsum merah, lebih besar dari limfosit, fungsinya sebagai fagosit dan banyaknya 34%.

2.      Granulosit disebut juga leukosit granular terdiri dari :

a.       Neutrofil atau polimor nuclear leukosit, mempunyai inti sel yang berangkai kadang-kadang seperti terpisah-pisah, protoplasmanya banyak bintik-bintik halus/granula, banyaknya 60% - 70%.

b.      Eosinofil ukuran dan bentuknya hampir sama dengan neutrofil tetapi granula dalam sitoplasmanya lebih besar, banyaknya kira-kira 24%.

c.       Basofil sel ini kecil dari pada eosinofil tetapi mempunyai inti yang bentuknya teratur, di dalam protoplasmanya terdapat granula-granula besar. Banyaknya ½ % di sumsum merah, fungsinya tidak diketahui.

Trombosit (Sel Pembeku) merupakan benda-benda kecil yang mati yang bentuk dan ukurannya bermacam-macam, ada yang bulat ada yang lonjong, warnanya putih, banyaknya normal pada orang dewasa 200.000 – 3000.000/mm.

Fungsinya memegang peranan penting di dalam pembekuan darah. Jika banyaknya kurang dari normal, maka kalau ada luka darah tidak lekas membeku sehingga timbul perdarahan yang terus menerus. Trombosit lebih dari 300.000 disebut trombositosis. Trombosit yang kurang dari 200.000 disebut trombositopenia.

Zat-zat yang terdapat dalam plasma darah :

1.      Fibrinogen yang berguna dalam peristiwa pembekuan darah.

2.      Garam-garam mineral (garam kalsium, kalium, natrium dan lain-lain) yang berguna dalam metabolisme dan juga mengadakan osmotic.

3.      Protein darah (albumin, globulin) meningkatkan viskositas darah dan juga menimbulkan tekanan osmotik untuk memelihara keseimbangan cairan dalam tubuh.

4.      Zat makanan (asam amino, glukosa, lemak, mineral dan vitamin).

5.      Hormon yaitu suatu zat yang dihasilkan dari kelenjar tubuh.

6.      Antibodi/antitoksin.

 

Tingkatan Golongan Darah

Menurut Landsteiner membagi darah ke dalam 4 (empat) golongan yaitu :

  1. Golongan darah A yang mempunyai agglutinin beta dalam serumnya.
  2. Golongan darah B yang mempunyai agglutinin B dalam eritrositnya dan mengandung agglutinin alfa dalam serumnya.
  3. Golongan darah AB yaitu darah yang mempunyai aglutinogen A dan B dalam eritrositnya dan tidak mengandung alfa dan beta dalam serumnya.
  4. Golongan darah O yaitu darah yang tidak mengandung aglutinogen (antigen) yang mengandung aglutinin alfa dan beta dalam serumnya.

 

SKEMA GOLONGAN DARAH

GOLONGAN DARAH

AGLUTINOGEN ERITROSIT

AGLUTININ SERUM

AB

A

B

O

A dan B

A

B

-

-

BETA

ALFA

ALFA BETA

 

Mengukur tekanan darah arteri dapat dilakukan dengan menggunakan alat yang disebut Sfigmomanometer dan Stetoskop yang dilakukan pada arteri brakialis di lekuk siku yang bisa teraba dengan jelas. Bunyi jantung dapat diketahui dengan mendengarkan pukulan pada arteri brakialis dimana bunyi pertama sebagai tekanan antara Sistol dan Diastol disebut tekanan nadi.

      Faktor-faktor yang mempertahankan tekanan darah terdiri dari :

1.      Kekuatan jantung memompakan darah membuat tekanan yang dilakukan jantung sehingga darah bisa beredar ke seluruh tubuh dan darah dapat kembali lagi ke jantung.

2.      Viskositas (kekentalan) darah disebabkan oleh protein plasma dan jumlah sel darah yang beredar dalam aliran darah.

3.      Elastisitas dinding aliran darah di dalam arteri tekanan lebih besar dari pada di dalam vena sebab otot yang membungkus arteri lebih elastis dari pada vena.

4.      Tahanan tepi tahanan yang dikeluarkan oleh darah mengalir dalam pembuluh darah dalam sirkulasi darah besar yang berada dalam arteriol. Turunnya tekanan mengakibatkan denyut pada kapiler dan vena tidak teraba.

Kecepatan aliran darah tergantung pada ukuran palung dari pembuluh darah, darah dalam aorta bergerak cepat, dalam arteri kecepatan berkurang dan sangat lambat pada kapiler. Tekanan dapat diketahui ketika darah kembali mencapai pembuluh vena yang lebih besar dekat dengan jantung.

Faktor lain yang membantu aliran darah ke jantung meliputi : gerakan otot kerangka mengeluarkan tekanan di atas vena, gerakan yang dihasilkan pernapasan dengan naik turunnya diapragma yang bekerja sebagai pompa, hisapan yang dikeluarkan oleh atrium yang kosong sewaktu diastol menarik darah dari vena dan tekanan darah arterial mendorong darah maju.

 

PEMBULUH DARAH UTAMA

Peredaran Darah Arteri

Dimulai dari aorta keluar dari jantung bagian ventrikel sinistra melalui belakang kanan arteri pulmonalis kemudian membelok ke belakang melalui radiks pulmonalis dan turun sepanjang kolumna vertebralis menembus diafragma yang akhirnya ke rongga perut dan panggul.

Aorta Asendens muncul dari ventrikel sinistra berjalan ke atas dan depan sehingga terletak dipertengahan belakang angulus sternum kanan diselubungi oleh perikardium serosa.

 

      Cabang Aorta Asendens terdiri dari :

1.      Arteri Koronaria Dekstra berasal dari sinus anterior, aorta memberikan darah untuk belahan jantung sebelah kanan untuk menghidupi sel-sel otot lapisan miokardium.

2.      Arteri Koronaria Sinistra memberikan darah untuk jantung sebelah kiri berasal dari sinus posterior aorta menghidupi sel otot lapisan miokardium.

Arkus Aorta bagian yang melengkung ke arah kiri di muka trakea sedikit turun ke bawah sampai ke vertebra torakalis ke IV.

Arkus Aorta mempunyai 3 cabang terdiri dari :

1.      Arteri anonima (arteri brakio sefalika) arteri inominata.

2.      Arteri subklavia sinistra.

3.      Arteri karotis komunis sinistra.

 

PEMBULUH DARAH LIMFE

Struktur Pembuluh Limfe

Fungsi kelenjar limfe terdiri dari :

  1. Menyaring cairan limfe dari benda-benda asing
  2. Pembentukan limfosit
  3. Membentuk antibodi
  4. Pembuangan bakteri-bakteri
  5. Laktealnya berfungsi untuk membantu rotogsi lemak
Tonsil

      Kedua tonsil terdiri juga atas jaringan limfe letaknya di antara lengkung langit-langit dan mendapat persediaan limfosit yang melimpah di dalam cairan yang ada pada permukaan dalam sel-sel tonsil.

Tonsil terdiri atas :

1.      Tonsil faringealis agak menonjol keluar dari atas faring dan terletak di belakang koana.

2.      Tonsil palatina dilapisi oleh epitel berlapis gepeng tanpa lapisan tanduk.

3.      Tonsil lingualis epitel berlapis gepeng tanpa lapisan tanduk.

 

SISTEM PEREDARAN

Peredaran Darah Jantung

-         Vena kava superior dan vena kava inferior mengalirkan darah ke atrium dekstra yang dating dari seluruh tubuh.

-         Arteri pulmonalis membawa darah dari ventrikel dekstra masuk ke paru-paru (pulmo) antara ventrikel sinistra dan arteri pulmonalis terdapat katup valvula semilunaris arteri pulmonalis.

-         Vena pulmonalis membawa darah dari paru-paru masuk ke atrium sinistra.

-         Aorta membawa darah dari ventrikel sinistra ke seluruh tubuh pada batas antara ventrikel sinistra dan aorta terdapat sebuah kanup valvula semilunaris aorta.

 
Arteri

Merupakan pembuluh darah yang keluar dari jantung yang membawa darah ke seluruh bagian dan alat tubuh.

Pembuluh darah arteri yang paling besar yang keluar dari ventrikel sinistra disebut aorta. Arteri ini mempunyai dinding yang kuat dan tebal tetapi sifatnya elastis dan terdiri dari 3 lapisan yaitu :

1.      Tunika intima/interna lapisan yang paling dalam sekali yang berhubungan dengan darah dan terdiri dari jaringan endotel.

2.      Tunika Media lapisan tengah yang terdiri dari jaringan otot yang sifatnya elastis dan termasuk otot polos.

3.      Tunika eksterna/adventisia lapisan yang paling luar sekali terdiri dari jaringan ikat gembur yang berguna menguatkan dinding arteri.

Arteri yang paling besar di dalam tubuh yaitu aorta dan arteri pulmonalis, garis tengahnya kira-kira 1-3 cm, arteri ini mempunyai cabang-cabang keseluruh tubuh yang disebut arteriola yang akhirnya akan menjadi pembuluh darah rambut (kapiler).

Di samping itu arteri dapat mengecil dan melebar (konstriksi dan dilatasi) disebabkan oleh karena pengaruh saraf dari susunan saraf otonom yang disebut vasomotor (vasodilator dan vasokonstruktor).

Vena (Pembuluh Darah Balik)

Merupakan pembuluh darah yang membawa darah dari bagian/alat-alat tubuh masuk ke dalam jantung. Tentang bentuk susunan dan juga pernapasan pembuluh darah yang menguasai vena sama dengan pada arteri.

Katup-katup pada vena kebanyakan terdiri dari dua kelompok yang gunanya untuk mencegah darah agar tidak kembali lagi. Vena-vena yang ukurannya besar diantaranya vena kava dan dan vena pulmonalis, vena-vena ini juga mempunyai cabang-cabang yang lebih kecil yang disebut venolus yang selanjutnya menjadi kapiler.

Perbedaan Pembuluh darah Vena dengan

Pembuluh Darah Arteri

 

VENA

ARTERI

1.       Membawa darah kotor kecuali vena pulmonalis

2.      Mempunyai dinding yang tipis

3.      Jaringannya kurang elastis

 

4.      Mempunyai katup-katup sepanjang jalannya mengarah ke jantung

5.      Tidak menunjukkan adanya tempat mendengar denyut jantung

1.      Membawa darah bersih kecuali arteri pulmonalis

2.      Mempunyai dinding yang tebal

 

3.      Mempunyai jaringan yang elastis

4.      Katup hanya pada permulaan keluar dari jantung

 

5.      Menunjukkan adanya tempat untuk mendengar denyut jantung

 

     

Kapiler (Pembuluh Rambut)

Merupakan pembuluh darah yang sangat halus. Diameternya kira-kira 0,008 mm. Dindingnya terdiri dari suatu lapisan endotel.

      Fungsi Kapiler :

1.      Alat penghubung antara pembuluh darah arteri dan vena

2.      Tempat terjadinya pertukaran zat-zat antara darah dan cairan jaringan

3.      Mengambil hasil-hasil dari kelenjar

4.      Menyerap zat makanan yang terdapat di usus

5.      Menyaring darah yang terdapat di ginjal

 

      Saluran Limfe

      Struktur pembuluh limfe yang hampir sama dengan pembuluh darah tepi memiliki lebih banyak katup sehingga pembuluh limfe terlihat seperti rangkaian merjan. Saluran limfe mengumpulkan, menyaring dan menyalurkan kembali cairan limfe ke dalam darah yang keluar melalui dinding kapiler halus untuk membersihkan jaringan.

      Pembuluh limfe sebagai jaringan halus yang terdapat di dalam berbagai organ terutama dijumpai dalam vili usus.

 

Jantung

Jantung merupakan sebuah organ yang terdiri dari otot. Otot jantung merupakan jaringan istimewa karena kalau dilihat dari bentuk dan susunannya sama dengan otot serat lintang, tetapi cara bekerjanya menyerupai otot polos yaitu di luar kemauan kita (dipengaruhi oleh susunan saraf otonom).

 

Bentuk

Menyerupai jantung pisang, bagian atasnya tumpul (pangkal jantung) dan disebut juga basis kordis. Di sebelah bawah agak runcing yang disebut apeks kordis.

 

Letak

Di dalam rongga dada sebelah depan (kavum mediastinum anterior) sebelah kiri bawah dari pertengahan rongga dada di atas diafragma dan pangkalnya terdapat di belakang kiri antara kosta V dan VI dua jari di bawah papilla mamae. Pada tempat ini teraba adanya pukulan jantung yang disebut iktus kordis.

 

Ukuran

Lebih kurang sebesar genggaman tangan kanan dan beratnya kira-kira 250 – 300 gram.

 

Lapisan-Lapisannya

Lapisan-lapisannya terdiri dari :

- Endokardium merupakan lapisan jantung yang terdapat di sebelah dalam sekali yang terdiri dari jaringan endotel atau selaput lendir yang melapisi permukaan rongga jantung.

- Miokardium merupakan lapisan inti dari jantung yang terdiri dari otot-otot jantung, otot jantung ini membentuk bundalan-bundalan otot yaitu :

a.       Bundalan otot atria yang terdapat di bagian kiri/kanan dan basis kordis yang membentuk serambi atau surikula kordis.

b.      Bundalan otot ventrikuler yang membentuk bilik jantung yang dimulai dari cincin atrio ventrikuler sampai di apek jantung.

c.       Bundalan otot atrio ventrikuler yang merupakan dinding pemisah antara serambi dan bilik jantung.

- Perikardium lapisan jantung sebelah luar yang merupakan selaput pembungkus, terdiri dari 2 lapisan yaitu lapisan parietal dan visceral yang bertemu di pangkal jantung membentuk kantung jantung.

Di antara dua lapisan jantung ini terdapat lendir sebagai pelicin untuk menjaga agar pergesekan antara pericardium pleura tidak menimbulkan gangguan terhadap jantung.

Jantung bekerja selama kita masih hidup karena itu membutuhkan makanan yang dibawa oleh darah, pembuluh darah yang terpenting dan memberikan darah untuk jantung dari aorta asendens dinamakan arteri koronaria.

Jantung dipersarafi oleh nervus simpatikus/nervus akselerantis untuk menggiatkan kerja jantung dan nervus para simpatikus, khususnya cabang dari nervus vagus yang bekerja memperlambat kerja jantung.

            Dalam kerjanya jantung mempunyai 3 periode :

1.      Periode konstriksi (periode sistol) suatu keadaan di mana jantung bagian ventrikel dalam keadaan menguncup. Katup bikus dan trikuspidalis dalam keadaan tertutup valvula semilunaris aorta dan valvula semilunaris arteri pulmonalis terbuka, sehingga darah dari ventrikel dekstra mengalir ke arteri pulmonalis masuk ke paru-paru kiri dan kanan sedangkan darah dari ventrikel sinistra mengalir ke aorta kemudian diedarkan ke seluruh tubuh.

2.      Periode dilatasi (periode diastol) suatu keadaan dimana jantung mengembang. Katup bikus dan trikuspidalis terbuka sehingga darah dari atrium sinistra masuk ventrikel sinistra dan darah dari atrium dekstra masuk ke ventrikel dekstra. Selanjutnya darah yang ada di paru-paru kiri dan kanan melalui vena pulmonalis masuk ke atrium sinistra dan darah dari seluruh tubuh melalui vena kava masuk ke atrium dekstra.

3.      Periode istirahat yaitu waktu antara periode konstriksi dan dilatasi dimana jantung berhenti kira-kira 1/10 detik. Pada waktu kita beristirahat jantung akan menguncup sebanyak 70 – 80 kali/menit. Pada tiap-tiap kontraksi jantung akan memindahkan darah ke aorta sebanyak 60 – 70 cc.

 

SIKLUS JANTUNG

Merupakan kejadian yang terjadi dalam jantung selama peredaran darah. Gerakan jantung terdiri dari 2 jenis yaitu konstriksi (sistol) dan pengendoran (diastol) konstriksi dari ke-2 atrium terjadi secara serentak yang disebut sistol atrial dan pengendorannya disebut diastol atrial.

Lama konstriksi ventrikel + 0,3 detik dan tahap pengendoran selama 0,5 detik. Kontriksi kedua atrium pendek, sedangkan konstriksi ventrikel lebih lama dan lebih kuat. Daya dorong ventrikel kiri harus lebih kuat karena harus mendorong darah ke seluruh tubuh untuk mempertahankan tekanan darah sistemik. Meskipun  ventrikel kanan juga memompakan darah yang sama tapi tugasnya hanya mengalirkan darah ke sekitar paru-paru dimana tekanannya lebih rendah.

 

Daya Pompa Jantung

      Dalam keadaan istirahat jantung beredar 70 kali/menit. Pada waktu banyak pergerakan, kecepatan jantung bisa dicapai 150 x/menit dengan daya pompa      20 – 25 liter/menit.

      Setiap menit jumlah volume darah yang tepat sama sekali dialirkan dari vena ke jantung, apabila pengembalian dari vena tidak seimbang dan ventrikel gagal mengimbanginya dengan daya pompa jantung maka vena-vena dekat jantung jadi membengkak berisi darah sehingga tekanan dalam vena naik dan dalam jangka waktu lama bisa menjadi edema.

 

Katup-Katup Pada Jantung

Di dalam jantung terdapat katup-katup yang sangat penting artinya dalam susunan peredaran darah dan pergerakan jantung manusia.

1.      Valvula trikuspidalis terdapat antara atrium dekstra dengan ventrikel dekstra yang terdiri dari 3 katup.

2.      Valvula bikuspidalis terletak antara atrium sinistra dengan ventrikel sinistra yang terdiri dari 2 katup.

3.      Valvula semilunaris arteri pulmonalis dimana darah mengalir menuju ke paru-paru.

4.      Valvula semilunaris aorta terletak antara ventrikel sinistra dengan aorta di mana darah mengalir menuju ke seluruh tubuh.

 

SIRKULASI DARAH

Pembuluh darah pada peredaran darah kecil terdiri atas :

1.      Arteri pulmonalis merupakan  pembuluh darah yang keluar dari ventrikel dekstra menuju ke paru-paru mempunyai 2 cabang yaitu dekstra dan sinistra untuk paru-paru kanan dan kiri yang banyak mengandung CO2 di dalam darahnya.

2.      Vena pulmonalis merupakan vena pendek yang membawa darah dari paru-paru masuk ke jantung bagian atrium sinistra. Di dalamnya berisi darah yang banyak mengandung O2.

Pembuluh darah pada peredaran darah besar, yaitu aorta merupakan pembuluh darah arteri yang besar yang keluar dari jantung bagian ventrikel sinistra melalui aorta asendens lalu membelok ke belakang melalui radiks pulmonalis sinistra, turun sepanjang kolumna vertebralis menembus diapragma lalu menurun ke bagian perut.

 

Jalannya arteri terbagi atas 3 bagian :

a.       Aorta asendens aorta yang naik ke atas dengan panjangnya + 5 cm, cabangnya arteri koronaria masuk ke jantung.

b.      Arkus aorta yaitu bagian aorta yang melengkung arah ke kiri di depan trakea sedikit ke bawah sampai vena torakalis IV. Cabang-cabangnya : Arteri brakia sefalika atau arteri anomina, Arteri subklavia sinistra dan Arteri karotis komunis sinistra.

c.       Aorta desendens bagian aorta yang menurun mulai dari vertebra torakalis IV sampai vertebra lumbalis IV.

      Letaknya :

1.      Aorta torakalis dimulai dari vertebra torakalis IV sampai menembus diafragma. Percabangannya sampai pada dinding toraks dan alat-alat viseral yang ada di dalam rongga toraks.

2.      Aorta abdominalis pada vertebra torakalis XII terbagi 2 : Arteri iliaka komunis dekstra dan Arteri iliaka komunis sinistra.

Peredaran darah kecil, darah dari jantung ventrikel dekstra à valvula semilunaris à arteri pulmonalis à paru-paru kiri dan kanan à vena pulmonalis.

 

FASE-FASE SIKLUS JANTUNG

  1. Mid Diastal

-         Pengisian lambat ventrikel/diastasis

-         Atrium dan ventrikel istirahat

-         Darah masuk ventrikel secara pasif melalui katub AV

-         Katub semilunaris tertutup

  1. Diastal lanjut

-         Gelombang depolarisasi menyebar melalui atrium dan berhenti sementara pada nodus AV

-         Atrium kontraksi

-         + 20% - 30% ke ventrikel

  1. Sistol Awal

-         Depolarisasi menyebar dari nodus AV ke HIS Furkinje ----- miokardium ventrikel

-         Ventrikel kontraksi

-         Katub AV menutup ----- bunyi SI

-         Katub semilunaris masih tertutup

  1. Sistol Lanjut

-         Tekanan ventrikel meningkat > pembuluh darah

-         Katub semilunaris membuka ----- ejeksi ventricular ke pulmo sistemik

-         Katub AV tertutup

  1. Diastol Awal

-         Gelombang Depolarisasi menyebar melalui miokardium ventrikel

-         Ventrikel dalam keadaan istirahat

-         Tekanan ventrikel < atrium sehingga katub semilunaris tertutup (S2)

 

ELEKTROFISOLOGI

-         Aktivitas listrik jantung merupakan akibat perubahan permeabilitas membran sel yang memungkinkan pergerakan ion mel. Membran sel dan mengubah muatan listrik sepanjang membran.

-         Ion mengalir melalui saluran ion sepanjang membrane

-         Tiga ion yang mempunyai fungsi sangat penting :

§         Kalium (katio intra sel utama)

§         Natrium (kadar tertinggi pada lingkungan ekstrasel)

§         Kalsium (kadar tertinggi pada  lingkungan ekstrasel)

 

Potensial Aksi :

Terdiri dari fase yang sesuai dengan peristiwa Elektrofisiologi :

1.      Fase Istirahat (Fase 4)

§         Memperlihatkan beda potensial listrik/voltase membran.

§         Bagian dalam sel relatif negatif sehingga sel mengalami polarisasi.

§         Perbedaan timbul karena permeabilitas relatif dari membran sel terhadap ion-ion di sekitarnya terutama ion Na dan K yang bermuatan positif.

§         Membran sel lebih permeable terhadap K dibandingkan Na sehingga ion K merembes ke luar sel dari daerah yang mempunyai kadar K yang tinggi menuju cairan ekstrasel (kadar K lebih rendah).

§         Hilangnya ion K (bermuatan positif) menyebabkan bagian dalam sel bermuatan negatif.

2.      Depolarisasi (fase 0/upstroke)

§         Karena permeabilitas membran terhadap K sangat meningkat.

§         Na yang ada diluar sel mengalir cepat masuk ke dalam sel melalui saluran cepat disorong perbedaan Na itu sendiri.

§         Masuknya ion Na (muatan positif) menyebabkan bagian luar sel bermuatan negatif, bagian dalam positif.

3.      Repolarisasi Parsial (Fase 1/spike)

§         Perubahan mendadak dari kadar ion dan timbul suatu muatan listrik relatif.

§         Tambahan muatan negatif di dalam sel menyebabkan muatan positifnya berkurang, efeknya sebagian dari sel itu mengalami repolarisasi.

4.      Plateau (Fase 2)

§         Selama fase ini tidak terjadi perubahan muatan listrik melalui membran sel.

§         Jumlah ion seimbang (dalam maupun luar sel).

5.      Repolarisasi Cepat (Fase 3/down stroke)

§         Aliran muatan kalsium dan natrium ke dalam sel secara lambat diinaktifkan dan permeabilitas membran terhadap kalium sangat meningkat.

§         Kalium ke luar dari sel dengan demikian mengurangi muatan positif di dalam sel.

§         Bagian dalam sel akhirnya kembali ke keadaan yang relatif positif.

 

SISTEM KARDIOVASKULER

Fungsi jantung adalah memompakan darah kaya oksigen ke dalam system arteri (yang membawanya ke sel-sel) dan menampung darah deoksigen dari system vena dan meneruskan ke paru untuk reoksigenasi.

Struktur Jantung

Jantung adalah organ berongga terletak di mediastinum di antara kedua paru di dalam rongga dada di atas diafragma. Jantung terdiri dari atrium dan ventrikel. Dinding otot pemisah disebut dengan septum. Jantung terdiri dari 3 lapisan :

a.       Epikardium     : menutupi permukaan luar jantung

b.      Miokardium    : lapisan tengah yang terdiri dari otot jantung

c.       Endokardium  : lapisan terdalam (terdiri dari jaringan endotel)

Jantung dibungkus oleh perikad. Ada 2 lapisan perikad yaitu Parietal (luar) dan Viseral (dalam), diantaranya berisi cairan perikad (5 – 20 ml).

 

Jantung memiliki 2 jenis katub

a.       Katub aterioventikular (AV) terdapat antara atrium dan ventrikel terdiri dari katub trikuspid (tiga lembar katub) yang terletak sebelah kanan dan katub mitralis (bikuspid/2 lembar katub) terletak sebelah kiri.

b.      Katub semilunaris terdiri dari 3 bangunan mirip mangkok untuk mencegah darah kembali ke ventrikel selama relaksasi (diastol).

 

Sistem Hantaran Jantung

a.      Nodus SA (Sinoatrial)/Pacemaker

§         Letak : pertemuan vena cava superior dan atrium kanan

§         Mengawali setiap denyut jantung (pada keadaan normal)

§         Impuls 60 – 100 kali per menit

 

b.      Nodus AV (Aterioventrikular)

§         Letak : atrium kanan dekat dengan katub trikuspidalis

§         Menerima rangsangan listrik dari nodus SA

§         Kecepatan 40 – 60 kali/menit

c.       Bundel HIS (Bundel Serabut Otot)

§         Bercabang ke kanan dan kiri (right bundle branch / RBB dan left bundle branch/LBB)

§         Berakhir pada serat purkinje

d.      Serabut Purkinje

§         Modifikasi serat otot jantung

§         Menyebarkan gelombang depolarisasi ke seluruh ventrikel

 

Sirkulasi

            Fungsi Sirkulasi :

a.       Melayani kebutuhan jaringan dengan mentransport nutrien ke jaringan

b.      Mentransport produk-produk sisa

c.       Mentransport hormon

                                     

Sirkulasi melibatkan peran :

a.       Arteri

§         Mentransport darah dibawah tekanan tinggi ke jaringan

§         Dinding vascular kuat

§         Aliran darah cepat

b.      Arteriol

§         Cabang terakhir dari arteri

§         Memungkinkan untuk dilatasi sehingga mempunyai kemampuan untuk mengubah aliran darah ke kapiler

c.       Kapiler

§         Untuk pertukaran cairan, zat, makanan, elektrolit, hormon dan bahan lain antara darah dan cairan interstisial

d.      Venula : mengumpulkan darah dari kapiler

e.       Vena

§         Saluran penampung untuk pengangkutan darah dari jaringan kembali ke jantung

§         Dinding mempunyai otot sehingga dapat berkontraksi

§         Dinding vena tipis

 

Jenis-Jenis Sirkulasi

a.      Sirkulasi Koroner

Membawa oksigen dan nutrisi ke miokardium

Arteri Koroner memiliki cabang sebagai berikut :

    1. Arteri Koronaria Dekstra

Cabang-cabangnya mendarahi atrium kanan, ventrikel kanan, dinding inferior ventrikel kiri dan dinding septum bagian posterior

    1. Arteria Koronaria Sinistra memiliki 2 cabang yaitu :

§         Arteri Desenden Anterior Sinistra (LAD) memasok darah ke dinding anterior ventrikel kiri, septum ventrikel anterior dan apeks ventrikel kiri.

§         Arteria sirkumfleksa sinsitra memasok darah ke atrium kiri, permukaan lateral dan posterior ventrikel kiri.

b.      Sirkulasi Pulmonal

§         Pertukaran oksigen dan CO2

§         Tekanan sirkulasi pulmonal 1/5 dari tekanan sirkulasi sistemik

c.       Sirkulasi Perifer (Sistemik)

Memperdarahi sel-sel tubuh dengan O2 nutrien dan mengeluarkan sisa metabolisme.

 

            Regulasi Kerja Jantung dipengaruhi Faktor-faktor :

1.      Sistem Saraf Otonom

§         Simpatik           : Meningkatkan Heart Rate

§         Parasimpatik     : Menurunkan Heart Rate

2.      Baroreceptor : Di pengaruhi tekanan darah awal

3.      Kemoreceptor : Sangat sensitif terhadap hypaksemia dan peningkatan

        CO2 dan PH darah

4.      Pengaruh Hormonal : Sangat di pengaruhi oleh ADH mekanisme renin

     Anglotensin Aldosteron pada saat kelebihan

     Cairan (Hypervolemia) pengeluaran anti Diuretik

      Hormon (ADH) dari kel pitultari post on.

            ADH akan naik diuretik secara tak langsung turun tekanan darah.

 

Sumber: Dari berbagai sumber

 

3 komentar:

de_qill.akuy mengatakan...

makasih y infonya...!

alna.maulana mengatakan...

terima kasih,,,,sangat membantu dalam menyelsaikan tugas saya,,sebagai referensi tambahan,,,,

Irena Olyvia mengatakan...

Terima kasih.. sangat membantu.. :))